Cara Lolos Wawancara Pekerjaan yang Anda Inginkan

Posted by Admin on 6:22 PM in
Salah satu jenis seleksi dalam mencari pekerjaan adalah sesi wawancara atau interview. Dimana  anda kan dihadapkan pada 1 sampai 3 orang yang akan memberikan beberapa pertanyaan guna menggali kepribadian dan karakter anda yang sebenarnya melalui apa yang anda sampaikan pada sesi wawancara ini. sehingga lebih konkrit daripada di tes psikologi yang berbentuk tulisan. Yang mana bisa dimanipulasi dengan mudah. Namun, pada saat sesai wawancara, perusahaan yang diwakilkan pada bagian HRD akan menggali mengenai kelemahan dan kelebihan para pelamar melalui sesi wanwancara tersbut yang juga digunakan dalam pengemabilan keputusan pengangkatan pegawai yang dimaksudkan sesuai dengan kualifikasi pekerja yang diinginkan.

Lolos Wawancara Pekerjaan

Caranya adalah biasanya dengan menyapaikan beberapa pertanyaan yang mungkin bisa saja menjebak anda anda. jadi anda harus mendengarkan pertanyaan dengan baik dan benar serta mempersiapkan jawaban yang bijaksana agar anda bisa lolos pada sesi wawancacara ini. dimana memang banyak orang yang terkecoh dengan pertanyaan yang mereka hadapi. Berikut adalah daftar pertanyaan yang biasa d ajukan dalam interview kerja.

1. Gambaran mengenai diri anda, biasanya dalam wawancara ada pertanyaan yang diajukan terkait dengan diri anda. karena memang bag perusahaan karakter anda kan menjadi pertimbangan yang sangat penting. Sehingga gambarkan diri anda dengan 3 hal yang mengarah pada hal yang positif, seperti bertanggung jawab, jujur, komunikatif. Sehingga kata-kata tersebut bisa mewakili jati diri anda yang sesungguhnya dengan lebih simpel.

2. Gambaran mengenai perusahaan, seperti halnya menggambarkan diri anda. gambaran untuk perusahaan yang anda lamar seharusnya juga mengarah pada hal yang positif. Sehingga mungkin anda harus mencari tahu visi dan misi perusahaan yang anda tuju tersebut. Jangan sampai anda membandingkannya dengan perusahaan lama anda atau perusahaan yang lain. Sehingga mereka lebih tertarik dengan anda karena anda mau mengenal perusahaan yang sedang anda lamar.

3. Pertanyaan selanjutnya pada saat sesi wawancara adalah mengenai mengapa alasan resign dari kantor sebelumnya dan bergabung ke perusahaan tersebut. Jangan terkecoh dengan menyampaikan ingin gaji lebih tinggi atau malah menaympaikna ketidaknyamanan pada posisi yang sebelumnya anda duduki. Sampaikanlah hal-hal yang bersifat positif dan membangun. Seperti alasan bergabung karena posisi yang ditawarkan sesuai dengan minat dan bakan atau sesuai dengan latar belakang pedidikan.

4. Sampaikan dengan bahasa yang baik mengenai prestasi yang anda pernah raih sebelum sehingga membuat anda layak diterima diperusahaan tersebut.

5. Jika ada pertanyaan mengenai rencana anda selanjutnya maka anda harus menyampaikan rencana jangka panjang anda. yang mana pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui seberapa lama anda ingin bekerja di perusahaan tersebut.

6. Pastikan juga nada sangat mengetahui posisi yang anda lamar. Sehingga ketika ada pertanyaan mengenai gambaran posisi tersbuet anda bisa menggambarkannya dengan baik. Hal ini berfungsi untuk menilak sikap tanggung jawab anda terhadap posisi yag akan diberikan kepada anda.

Pernyataan atau pertanyaan mengenai anda terlalu berpengalaman adalah salah satu yang digunakan untuk mengungkapkan apakah anda besar kepala atau tidak. Ada baiknya anda tidak merasa besar kepala dan sombong atas pernyataan atau pertanyaan tersebut. Sebisa mungkin sampaikan rasa terima kasih dan merendahkan diri dihadapan pewawancara. Hal ini lah yang paling sering diajukan sebagai salah satu pertanyaan yang mungkin saja dibuat untuk menjebak anda. maka berhati-hatilah dalam menjawab pertanyaan ini. pertanyaan yang lain yang mungkin diajukan adalah misalnya seperti gaji yang anda inginkan, alasan anda berhenti dari pekerjaan anda sebelumnya dan juga mengenai lembur. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pasti akan bertujuan untuk menggali karakter anda sehingga sampaikan jawaban sepositif mungkin sehingga pewawancara terkesan dengan memberikan motivasi terbaik untuk anda.

Itu mungkin adalah wawancara yang bisa saja anda hadapi secara personal. Namun, ada juga jenis wawancara kerja yang membuat anda harus menghadapi wawancara secara kelompok. Terkadang wawancara semacam ini juga bisa membuat raa percaya diri anda menuru karena mendengar jawaban dari teman sekelompok anda pada saat itu. Nah kondisi ini yang perlu anda hindari. Anda malah seharusnya memanfaatkan jawaban dari orang tersebut untuk memperkuat jawaban anda. sehingga bisa mengungguli lainya tanpa memperlihatkan kesombongan diri atau memuji diri sendiri. Hal ini akan terjadi jika pertanyaan yang diajukan sama pada setiap orangnya.

Namun, setting dari wawancara kelompok ini biasanya juga berbeda-beda, tergantung dari kebutuhan perusahaan juga. Dimana tujuan dari wawancara kelompok ini adalah melihat seberapa jauh anda bekerja dalam bentuk tim. Hingga setting pada wawancara kelompok ini adalah anda harus memperkenalkan diri anda pada pihak HRD atau pewawancara dan juga teman sekelompok anda. mungkin anda dan teman anda akan dibentuk kelompok tertentu untuk memecahkan masalah dengan beberapa topk tertentu. Dan menyampaikan hasil diskusi anda bersama tema sekelompok anda melalui presentasi.

Hal yang digali dalam sesi wawancara kelompok ini adalah mengenai bagaimana anda bekerja dalam tim, bagaimana cara anda dalam berkomunikasi, bagaimana cara anda memimpin sebuah tim, bagaimana kemampuan anda secara interpersonal dan bagaimana anda bisa menjadi pribadi yang mendengar dan bisa memberikan saran kepada anggota yang lain. Sehingga dalam sesi wawancara semacam ini anda harus memiliki sikap yang sopan dan santun terhadap semua orang yang disitu, termasuk juga pesaing anda. anda juga harus bisa menunjukkan sikap kerja sama yang baik engan cara komunikasi yang baik dan aktif dalam settiang kegiatan yang dibuat. Jangan sampai anda terlihat hanya sebagai pengamat bukan sebagai partisipan yang aktif. Aktif dalam hal mendengar dan menyampaikan pendapat, aktif dalam hal mengkritik dan mengajukan pertanyaan dan hal-hal lainnya. Namun, anda harus dalam batasan percaya diri yang sewajarnya, jangan terlalu agresif dan juga jangan terlalu tenang. Anda harus bisa mengimbangi rekan-rekan anda yang lain. Jangan sampai anda memotong pembicaraan siapapun.

Anda juga harus bisa membaur dalam tim tersebut, anda juga harus bisa akrab dengan semua orang yang ada disitu. Jangan sampai anda hanya berpatok pada satu orang saja. Karena bisa mempengaruhi penilaian terhadap keadilan dan kenetralan anda dalam pengambilan keputusan. Anda juga harus tetap bisa bersikap tenang pada saat dikritik atau pendapat anda sudah disampaikan orang lain. Dan jika itu terjadi maka yang harus anda lakukan adalah mencari ide lain atau memperdalam ide anda sebelumnya. Tetap tenang dan jangan gugup, jaga bahasa tubuh anda seperti atur volume suara anda, jangan sampai bersuara terlalu lantang atau terlalu lirih. Anda juga harus mengatur ekspresi wajah anda untuk tetap tenang dan terlihat profesional serta jaga kontak mata anda sebaik mungkin. Dan pastikan postur tubuh anda berada posisi yang paling sopan walaupun mungkin anda kurang nyaman, karena hal itu juga menajdi penilaian tersendiri. Seperti tidak membungkuk, tidak menyilangkan kaki dan sebagainya.