Macam-Macam Imunisasi Bayi

Posted by Ayied Muhammad Riduan on 10:55 AM in ,
Memberikan perlindungan untuk bayi dari  berbagai serangan penyakit berbahaya merupakan sebuah langkah yang wajib dilakukan untuk menunjukkan rasa cinta pada anak. Jika anak tidak diberikan perlindungan dari penyakit, maka tubuhnya menjadi rentan terkena penyakit. Melaksanakan imunisasi bayi baru lahir hingga setidaknya usia 1 tahun bisa menjadi awal untuk perlindungan utama dari penyakit menular. Tentu sebagai orang tua tidak ingin jika anaknya terkena penyakit berbahaya serta mematikan. Oleh karenanya memberikan perlindungan maksimal menjadi sebuah pertanda anda mencintai anak dengan memberikan perlindungan kesehatan terbaik. Jika tidak mendapatkan perlindungan maksimal, bukan tidak mungkin bayi lebih rentan terhadap infeksi bakteri.

Ibu dan Bayi

Meskipun semaksimal mungkin orang tua berusaja untuk menjaga agar tidak terpapar penyakit, namun dengan memberikan vaksin yang lengkap membuat tubuh bayi terlindungi secara maksimal. Setidaknya ada banyak sekali jenis vaksin yang bisa diberikan kepada bayi sebagai langkah perlindunan optimal. Vaksinasi pertama yang wajib diberikan pada bayi adalah imunisasi BCG. Vaksin BCG ini setidaknya diberikan pada bayi dengan rentan usia kurang dari 3 bulan. Apabila sudah lebih dari 3 bulan, maka bayi harus melalui uji khusus untuk mengetahui adanya bakteri tuberculus atau tidak. Apabila hasil tesnya adalah negatif baru bisa dilakukan pemberian vaksin kepada bayi. Apabila hasilnya positif maka dianjurkan untuk melakukan pengobatan hingga tuntas terlebih dahulu.

Vaksin berikutnya yang terbilang wajib adalah vaksin DTP. Vaksin ini digunakan untuk melindungi anak dari penyakit difteri yang membahayakan. Banyaknya kasus difteri membuat dunia kesehatan kemudian membuat sebuah vaksin khusus untuk mencegah terjangkiti penyakit difeteri yang sangat berbahaya untuk kesehatan dan keselamatan jiwa. Selain melindungi dari penyaki difteri, vaksin ini diakui dapat melindungi bayi dari bahaya penyakit tetanus serta pneumonia yang juga mengancam jiwa penderitanya apabila sampai terkena penyakit tersebut. Sehingga sebagai salah satu upaya untuk mencegah terjangkiti penyakit berbahaya tersebut, vaksin diberikan sebanyak 5 kali. Tujuannya jika dilakukan dalam frekuensi yang tepat akan membuat tubuh bayi memiliki perlindungan yang maksimal dari serangan penyakit yang berbahaya tersebut.

Vaksin berikutnya yang masih dalam golongan vaksin wajib untuk bayi adalah vaksin campak. Seperti diketahui bersama bahwa campak juga merupakan salah satu jenis penyakit yang cukup mematikan. Selain dari mematikan, penyakit campak juga sangat menular. Sehingga upaya pencegahan terhadap campak masuk ke dalam kategori vaksin wajib untuk bayi. Biasanya bayi akan diberikan vaksin campak pada saat usia bayi menginjak usia 9 bulan. Setelah itu, imunisasi campak diulang pada saat anak berumur 2 tahun dan juga pada saat awal masuk sekolah dasar. Tujuannya adalah untuk memastikan tubuh anak lebih aman dari serangan penyakit campak yang mematikan.

Imunisasi cacar air. Sebagai salah satu imunisasi wajib, vaksin ini ternyata cukup penting. Mengingat wabah cacar air dianggap sangat meresahkan. Sebagai salah satu rangkaian upaya pencegahan, vaksin untuk menghindari cacar air juga masuk ke dalam kategori wajib. Terutama bagi anak yang belum pernah terkena cacar air. Biasanya imunisasi ini akan diberikan untuk anak berusia 12 bulan hingga 15 bulan. Alasannya adalah pada usia ini, daya tahan tubuh anak sedang berkembang pesat untuk mengenali berbagai ancaman penyakit berbahaya yang dapat mengancam keselamatan jiwa penderitanya. Akan tetapi bagi yang sudah pernah terkena cacar air, rangkaian vaksin ini tidak diperlukan. Mengingat bahwa cacar air sangat menular, sehingga akan lebih baik jika bayi diberikan rangkaian proteksi awal untuk pencegahan cacar air  yang sangat menular.

Imunisasi lain yang tergolong wajib adalah vaksin hepatitis. Kesehatan hati harus dijaga. Dengan cara memberikan vaksin khusus untuk mencegah terjadinya penyakit hepatitis. Itulah mengapa imunisasi ini dimasukkan ke dalam daftar imunisasi wajib untuk bayi. Hepatitis termasuk ke dalam golongan penyakit menular sekaligus berbahaya. Sehingga wajar apabila imunisasi ini wajib untuk orang tua ketahui agar tidak pernah terlewatkan. Waktu pemberiannya juga tidak boleh lewat. Pemberian pertama ketika bayi belum berusia 12 jam. Setelah itu pada usia kurang dari 6 bulan dan juga untuk bayi berusia 6 hingga 12 bulan.

Kedisiplinan orang tua dalam memberikan vaksin kepada bayinya memberikan dampak yakni bayi menjadi lebih sehat. Selain itu,  kinerja fungsi hati juga akan tertolong. Sebab jika tidak dilakukan upaya pencegahan terutama fungsi hati, maka kerusakan fungsi hati akan terjadi. Selain vaksinasi, ada banyak jenis informasi perihal vaksinasi terhadap bayi yang baru lahir langkah tidak kalah pentingnya adalah menjaga asupa nutrisi agar tetap hangat dan terjaga dengan baik. Termasuk mengkonsumsi susu. Usahakan untuk mengkonsumsi produk susu friso yang memiliki kualitas terbaik termasuk dalah segi rasa susunya masih segar pada saat sedang berlibur.